Di ciptakan sebagai pendamping makhluk hidup,mengatur alur rasa kepada yang hidup di dalamnya. Seraya seperti tuhan menciptakan kita manusia yang memiliki akal pikiran yang dapat membaur jadi sebuah rasa,semesta alam pun demikian dapat merasakan energi penyampaian dalam bisikannya. ruh sebagai mana tuhan mengilhami penyampaian rasa,manusia yang fokus hanya akan ego. alam semesta mungkin sebuah penyampaian yang pasif untuh ruh dalam bisikannya, ada apa dimana mencari? bukankah sudah diarahkan ke sebuah titik dimana kau akan meminta sesuatunya hanya kepada dia sang ruh zat penguasa yang menciptakan semua ini. Teori dalam memahami alam semesta, seperti halnya makhluk hidup yang diciptakan,memiliki takdir dan naluri pada setiap jenisnya. seperti contoh telur penyu yang menetas dari sarang di dalam tumpukan pasir,lalu menetas menjadi bayi-bayi penyu bergegas segera keluar dari tumpukan pasir lalu menuju lautan lepas dan menentukan takdir mereka. so' bukankah itu adalah sebuah ...